イスラムとは

地球   イスラム(アラビア語:アルイスラム、الإسلام聞く:”神”)は、1つの神、すなわち、神を信じる宗教である提出します。これらの宗教(宗教は、彼の信者が信じて、天から降りて)神の宗教を含めるとアブラハムの宗教団体に含まれる。で10億の人々の4分の1以上の世界[1] [2]の周りの信者は、キリスト教に次いで世界で、イスラム世界第2位の宗教を作っている[3]。イスラム”"、提出を意味するか、完全に神(アラビア語:الله自分の降伏神)[4]。イスラム教徒として知られ、”一人の神”を提出[5] [6]の意味、または、より完全な追従男性用と女性用の女子リーグでは、イスラム教徒だった。イスラム教はアッラーが人間に預言者や使徒の使徒を介して彼の言葉明らかに教えており、誠実には、ムハンマドは最後の預言者と使徒だったと信じて、地球に神によって送信されます

 


このセクションの主な記事です:神と神の唯一性
イスラムのTeologikal基本的な概念タウヒードであるという信念がある唯一の神です。神のためにアラビア語長期神され、ほとんどの科学者は神の言葉言葉を他の縮合反応から得られると考えています()とʾ神’(神々は、男性の形式)、”神”(アル起源イラー’)が、別のセットを意味アラム語Alāhā [21]神の言葉という言葉もクリスチャン(キリスト教徒)とユダヤ人は、新約聖書と七十人のアラビア語浩theosからの翻訳として使用されます。 5つの柱、イスラムの、最初にされているの信条(認識)に記載されタウヒード証言:

“لاإلهإلااللهمحمدرسولالله

存在しない神は、アッラーとムハンマドはアッラーの使徒である
  “

統合の概念を明確にし、Surahアル単純Ikhlasの翻訳ですが注がれています:

と言う:”アッラー(神)は、全能の神です。
神は、神は彼にすべてのものに依存です。
彼は誕生とはまた、ひとりです。
と誰もが彼に等しい。”
名前は”アッラー”とは、複数のフォームを持つ特定の性別に関連付けられていません。イスラム教では、として、クルアーンの中で提示ささんの意見:

“(彼は)は、Creatorは天と地の一つです。彼はあなた用に独自の種のペアと家畜種のペアから作ら(も)、彼の犬をそのようにした。彼のようなものはない、かれは全聴と見て”です。 (灰- Shu’ara [42]:11)
神は、神の名前を()と、神のみが神としてはアルクルアーンを介して人間に彼の紹介:

“見よ、私は神はない、神は私より(右)ので、私と私の記憶のための正規の祈りを確立するの礼拝”です。 (タハ[20]:14)
を使用して、アッラーの言葉の統一という言葉を示します。ムスリムは、神は彼らの礼拝は、同じ神のユダヤ人やキリスト教徒は、この場合に備えて、神はアブラハムのだと思います。しかし、イスラムは、三位一体のキリスト教の教義を拒否するが、この多神教考えられているを理解することだ。

コーラン、ニサーア[4]:71引用:

ブックの”Oの人々は、宗教の限界を超えていないアッラーについての真実を除いては言いません。本当にアルMasih、メアリーのイーサーはアッラーの使徒とされます(つまり彼の文章で)が作成されますメアリーに、と爆発(と伝え彼から)の精神です。だから彼。と言っていない:”神3″ですが、使徒たちとでは、それを言うから停止すると思います。それはあなたに。アッラーは全能の神がよいでしょう。ほとんどの聖なる神天と地のすべての子、およびかれています。Enoughをアッラーの事務の処理業者としては、”属しています。
神は任意の(灰に類似していないので、偶像崇拝も軽蔑につながる可能性があるShu’ara [42]:イスラム教、視覚化、あるいは、神の描写では、禁止されて正当化されることができない11)。代わりに、イスラム教徒は、99名の神の説明としては、コーランで見つかった/タイトル/神の形容(asma’ul husna)彼の神聖な性質について説明します。

Muslim AS Ramai-Ramai Belajar ISLAM ke Arab Saudi

muslim as ramai2 belajar islam ke arab saudi      Rombongan Muslim asal Amerika yang berjumlah 75 orang, beberapa diantaranya mualaf, ramai-ramai berkunjung Saudi untuk melaksanakan umrah sambil belajar agama Islam langsung dari para pemuka Muslim di Saudi. Perjalanan umrah sekaligus studi Islam itu diselenggarakan oleh lembaga Al-Qur’an wa As-Sunnah Society yang berbasis di New York.

Ulama senior Saudi diantaranya Mufti Besar Saudi Abdil Aziz Aal Syaihk ikut memberikan ceramahnya. Pada kesempatan itu, Aal Syaikh memberikan penjelasan tentang terorisme dan bom bunuh diri dalam pandangan Islam dan menghimbau rombongan dari AS itu untuk menghormati non-Muslim.

“Islam adalah agama yang damai dan penuh kasih sayang. Islam mengecam segala bentuk terorisme dan pelaku teror adalah orang tidak paham agama Islam dan selayaknya takut pada azab Allah,” kata Mufti Saudi.

Dalam program umrah dan studi Islam yang berlangsung selama tiga minggu itu, rombongan yang berasal dari berbagai latar belakang, terdiri dari para mualaf, imam masjid, khatib, bahkan para profesional di bidang teknologi informatika, dokter dan pengusaha yang membawa serta keluarganya, mendapatkan pelajaran tentang tauhid, ilmu hadis, fiqih dan spiritualitas. Bagi para muslimahnya, diberikan ceramah khusus tentang perempuan dalam Islam serta studi ilmu tajwid.

“Kami datang ke sini untuk menimba ilmu dan memperkuat keimanan kami,” kata Zahid Rashid, lulusan Universitas Umm Al-Qura yang sekarang menjadi presiden Al-Qur’an wa As-Sunnah Society di New York.

Program studi Islam yang diselenggarakan lembaga pimpinan Rashid ini bisa dibilang langka di negara-negara non-Muslim seperti di AS. Dalam program belajar Islam langsung ke Saudi, para peserta mendapatkan kesempatan istimewa untuk duduk bersama dengan Imam Masjid Nabawi, Syaikh Ali Abdul Rahman Al Hudhaify yang memberikan pelajaran ilmu membaca al-Quran dengan benar selepas salat Isya sampai jam 02.00 dinihari. Dengan sabar, Syaikh Al-Hudhaify mendengarkan bacaan Qur’an seluruh peserta.

Setelah mengikuti program studi ini, para peserta diharapkan bukan hanya makin tebal keimanannya terhadap Islam, tapi juga paham bagaimana harus bersikap terhadap Muslim dan non-Muslim, paham akan bahaya terorisme dan yang terpenting mereka makin bersemangat untuk terus memperdalam agama Islam.

Salah seorang anggota rombongan adalah Imani, muslimah berusia 37 tahun. Imani beragama Kristen sebelum masuk Islam pada usia 19 tahun. Ia mengungkapkan, Islam telah mengeluarkannya dari kehidupannya yang hitam dan sekarang ia aktif berdakwah di masjid-masjid dan merawat 13 orang anak.

“Salah satu hal terbaik dalam hidup saya adalah datang ke tanah suci untuk belajar Islam,” kata Imani mengungkapkan kebahagiaannya bisa berkunjung ke Makkah dan Madinah.

Lain lagi pengalaman Hamza Jayinz Mckind asal Columbus, Ohio. Ia adalah putera seorang pendeta Kristen dan ia sendiri calon pendeta. Jalan hidupnya berubah total ketika ia berkesempatan bekerja di sebuah sekolah Islam.

“saya menemukan banyak hal dalam Islam yang pernah saya pelajari sebelumnya di Alkitab, tapi di AlQuran lebih detil. Saya menemukan kebenaran dalam al-Quran dan memutuskan untuk masuk Islam. Dua bulan kemudian, ibu saya ikut masuk Islam,” tutur Mckind.

Perjalanan ke Saudi untuk belajar Islam merupakan pengalaman tak terlupakan bagi seluruh rombongan. “Kami semua merasakan kedekatan pada Allah. Di sini kami bukan cuma umrah, tapi juga menuntut ilmu langsung dari keturunan Nabi,” kata seorang peserta yang tidak mau disebut namanya.

Dan ketiba tiba saatnya rombongan meninggalkan tanah suci, adalah saat yang paling mengharukan. Hampir semua rombongan Muslim asal AS itu menitikkan airmata. Pihak Al-Qur’an wa Sunnah Society mengucapkan terima kasih pada kementerian agama Saudi, gubernur Makkah dan Madinah dan para ulama yang telah membantu menyumbangkan tenaga dan pemikirannya dalam program studi yang berlangsung sejak tanggl 16 Juli sampai 3 Agustus 2009

http://eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/muslim-as-ramai-ramai-belajar-islam-ke-saudi.htm

MAROKO ( MENJADI DA’I DI DALAM BIS)

bisxPara anak muda Maroko telah menciptakan sebuah pekerjaan baru selama bulan suci Ramadhan ini yaitu sebagai “Dai atau penceramah di Bis”. Pekerjaan kontroversial ini telah mendapatkan persejutuan para ulama dan namun mendapat kritikan dari peneliti sosiologi.

Model pekerjaan ini, sekelompok anak muda naik ke bis dan mulai menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan yang lainnya mendatangi satu persatu penumpang dengan menawarkan buklet dan kaset-kaset berisi ceramah agama dari dai-dai terkenal Maroko dan Arab untuk dijual. Kadang-kadang mereka membacakan bagian-bagian dari isi ceramah kepada para penumpang untuk membujuk supaya mau membeli barangan dagangan mereka.

Menjadi penceramah agama di bis mengikuti nasehat dari Nabi, di dalam hadits dikatakan bahwa semua umat Islam harus menyampaikan ajaran Islam, kata seorang dai Maroko Syaikh Mohamed al-Sahabi.

“Ketika mereka menyebarkan kaset dan buklet yang berisi ceramah dan nasehat-nasehat agama, mereka sedikit banyak telah menyampaikan ajaran Islam,” katanya kepada Al Arabiya.

Sahabi menambahkan bahwa para pemuda itu bisa memiliki pengaruh yang lebih mendalam daripada kebanyakan orang yang hanya bisa berpikir – sedangkan mereka bisa membantu membimbing orang ke jalan yang benar.

“Satu ceramah agama bisa membuat seorang penjahat atau seorang pencuri bertobat dan meminta ampun kepada Tuham. Para dai juga akan mendapatkan pahala dari Allah atas upaya mereka dalam membimbing umat keajaran Islam.”

Ketika ditanya apakah ada masalah dengan berceramah di bis, Sahabi menyangkal kalau ada masalah. Dia berpendapat bahwa menyampaikan firman Allah boleh di mana saja.

“Yang paling penting adalah bahwa mereka melakukannya ikhlas karena Allah dan Islam dan tidak untuk keserakahan atau bertujuan semata-mata hanya untuk mendapatkan uang dengan cara yang tidak layak.”

Bagi penceramah Lahssen Abou Ewees, para anak muda yang berdakwah dengan berceramah di bis telah memanfaatkan jaman modern dengan beradaptasi dengan tuntutan dan perubahan.

“Seorang penceramah tidak mesti selalu harus berceramah di dalam masjid,” katanya kepada Al Arabiya.”Sebaliknya, berdakwah di dalam bis bisa lebih berpengaruh daripada di dalam masjid karena di dalam bis berbagai macam orang ada disana.”

Di sisi lain, Idris Karam seorang sosiolog melihat berdakwah dengan berceramah di dalam bis sebenarnya murni bisnis dan berpendapat bahwa mayoritas para pemuda yang menjual buku dan kaset tidak mengerti isi apa yang mereka jual.

“Mereka hanya mempelajari bagian-bagian dari isi ceramah yang menarik hati mereka dan membacakan hal tersebut kepada para penumpang untuk membujuk para penumpang membeli barang dagangan mereka,” katanya kepada Al Arabiya. “Merela melakukan ini hanya untuk mempromosikan barangan dagangannya.”

Para penceramah tersebut memilih bis karena mereka bisa mendapatkan berbagai macam orang yang tidak bisa mereka temukan di tempat lain dan hal itu akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, tambah Karam.

“Sebuah bis seperti sebuah komunitas kecil. Ada yang kaya dan ada yang miskin, ada pekerja dan ada yang pengangguran serta ada yang buta huruf dan adapula yang terpelajar.”

Hal yang baik dengan berceramah di bis menurut Karam, karena bis merupakan tempat tertutup. Dan ini membuat lebih mudah mempengaruhi orang. Para penumpang juga tidak berpergian untuk waktu yang lama dengan menggunakan bis di dalam kota, jadi mereka tidak mendapat kesempatan untuk berpikir dahulu sebelum membeli.

Karam menolak untuk menamakan para anak muda tersebut sebagai seorang “pendakwah”, karena menurut dia mereka belum layak dan tidak memenuhi persyaratan untuk berceramah.

“Seorang pendakwah atau penceramah harus mempunyai tempat khusus dan para jamaah tetap yang dapat kembali kapanpun mereka mau. Dan hal ini tidak berlaku untuk para penumpang bis.”

Yah, setidak-tidaknya hal ini lebih baik daripada yang ada di Indonesia, cuman bermodal sedikit ayat-ayat Quran dan sholawat – meminta sumbangan kepada para penumpang bis. Yang kita sendiri tidak tahu, uang itu sendiri akan dipakai untuk apa. (fq/aby ,http://eramuslim.com/berita/dunia/pekerjaan-baru-di-maroko-menjadi-penceramah-di-bis.htm)

SEBAB 17 RAMADHAN DIKATAKAN SEBAGAI NUZULUL QURAN

kemuliaan-sholat-dhuhaTentang bagaimana Al Qur’an itu diturunkan dari Lauh Mahfuzh maka ada beberapa pendapat dikalangan para ulama :

1. Al Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi saw setelah beliau diutus di Mekah dan Madinah. Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang paling benar berdasarkan suatu riwayat dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas yang telah dikeluarkan oleh Hakim dan Baihaqi serta yang lainnya, dia mengatakan bahwa Al Qur’an diturunkan pada suatu malam ke langit dunia yaitu Lailatul Qodr kemudian diturunkan setelah itu selama dua puluh tahun kemudian dia membaca :

وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
Artinya : “Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik .” (QS. Al Furqon : 33)

وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً
Artinya : “Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra : 106)

Hakim dan Ibnu Abi Syaibah mengeluarkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan,”… maka Al Qur’an diletakkan di Baitul Izzah dari langit dunia lalu Jibril turun dengan membawanya kepada Nabi saw.’

Terdapat beberapa riwayat lain dari Ibnu Abbas dengan sanad-sanad yang tidak bermasalah yang menguatkan makna itu.

2. Al Qur’an diturunkan ke langit dunia pada 20 malam Lailatul Qodr atau 23 atau 20 atau 25—sebagaimana adanya perbedaan pendapat tentang lamanya Rasulullah saw menetap di Mekah setelah diutus—di setiap malam lailatul qodr diturunkan sejumlah tertentu sesuai dengan ketetapan Allah swt setiap tahunnya lalu turun setelah itu secara berangsur-angsur di seluruh tahunnya, demikianlah pendapat Fakhrur Rozi dan dia sendiri tidak berpendapat tentang apakah pendapat ini atau pendapat pertama yang lebih utama.

3. Al Qur’an diturunkan pertama kali pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan setelah itu dengan cara berangsru-angsur pada waktu yang berbeda-beda, demikianlah pendapat Sya’bi.

4. Al Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuz sekaligus dan malaikat-malaikat penjaga menurunkannya secara berangsur-angsur kepada jibril selama 20 malam lalu Jibril menurunkannya secara berangsur-angsur kepada Nabi saw selama 20 tahun. Ini adalah pendapat yang aneh. (Fatawa al Azhar juz VII hal 469)

Adapun yang menjadi dasar kaum muslimin didalam memperingati Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan dimungkinkan karena pada tanggal itu diturunkannya ayat pertama dari surat al Alaq kepada Nabi Muhammad saw,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥﴾

 

Artinya : ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.” (QS. Al A’laq : 1 – 5)

Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir didalam kitabnya ”Al Bidayah wa an Nihayah” menukil dari al Waqidiy dari Abu Ja’far al Baqir yang mengatakan bahwa awal diturunkannya wahyu kepada Rasulullah saw adalah pada hari senin tanggal 17 Ramadhan akan tetapi ada juga yang mengatakan tanggal 24 Ramadhan.

Wallahu A’lam

Dikutip dari http://eramuslim.com/ustadz-menjawab/nuzulul-qur-an.htm

Futsal Bareng PPI Nagoya

 

山菜うどん

DSC00107

Namanya sansai udon yang dijual di kanayama eki lantai 2.Dai sukina udon (mie kesukaan saya)
370 yen +gorengan (kaki age) 130 yen = 500 yen sudah kenyang bgt.

Minggu yang sangat melelahkan.Dari jam 7 pagi rencana silaturrohmi ke tempat mas zamroni ( 20 agustus mendatang insyaAlloh pulang Indonesia)akhirnya terlaksana juga.Alhamdulillah naik kereta MEITETSU LINE sampai Nagoya dan langsung norikae ke JR line jurusan Toyohashi via minami odaka,jam 9 sampai di odaka mess ,biasa ketemu dengan temen2 tercinta seiman seperjuangan.Senangnya bisa kumpul bareng2.
Eh katanya ada main futsal persabatan dengan PPI Nagoya,ya sudah akhirnya ikut juga pergi ke Nagoya University .Disalahsatu lapangan sana kita bareng2 main futsal sayangnya nggk bawa sepatu jadi cuma kebagian jaga anak kecil dan fotografer .

DSC00067

Eh…kok masuk………he he he he

DSC00090

Capek capek kerja semingguan sepertinya hilang dengan bercanda ,bermain bersama ,bahkan sholat jamaah dhuhur ,ashar bareng biarpun bukan di masjid tapi di tempat terbuka,yang kankenai ( tak perduli biarpun orang jepang lalu lalang sana sini)sholat kan wajib.
Kebersamaan sulit kita temukan dikala kita termenung saja di apartemen masing masing.Tetapi tidak dengan kami yang ada di Nagoya japan.bersama Ukhuwah Muslim Indonesia Nagoya Japan ,dakwahkan islam bersama,membikin event event yang islami,menghidupkan nilai2 islam di jepang,yang kebanyakan orang meninggalkannya klo pas pergi kemana.tetapi bagi kami bumi adalah hamparan sajadah bagi kami.
Semoga Alloh tetap menolong kami untuk bisa senantiasa berada di JalanNYA. Amin….

DSC00058

Saya di depan salah satu gedung Nagoya university

DSC00070

Striker andalan kita akh Hasbulloh

DSC00091

Capekk….ahh.Pulang ….mampir makan udon yuk….di Kanayama .
Capek jalan-jalan di oosu kannon beli boneka jepang ,mampir ke udonk kesukaan di kanayama eki.Lagian naik kereta bawah tanah kan kalou punya norihodai kippu (DO NICHI KIPPU) alias dengan satu tiket bisa keliling,nagoya dengan bis kota maupun chikatetsu seharian penuh,kluar masuk eki (stasiun)hanya dengan satu tiket saja.
Perut sudah kenyang,waktu udah hamper jam 6 ,akhirnya aku putuskan pergi ke masjid honjin Nagoya untuk sholat magrib berjamaah.Karena diluar ujan rintik-rintik kutunggu saja waktu masuk sholat isya,waktu ketemu sama imam masjid ,gomen nasai mo nisshukan gurai doyoubi konaku natte shimatta.karena kesibukan sehingga menyita waktu untuk bantu imam ngajar ngaji sama anak2 jepang di majid pada tiap sabtu sore.
Gimana ya kabarnya kodomo tachi (anak2 ).Sudah lama nggak ketemu kangen juga ya sama candanya,and lucu-lucunya.Karena jam udah malam langsung cabut dari masjid menuju ke stasiun Nagoya dengan naik kreta higashiyama line pindah ke meitetsu line sampai jimokuji station.dan kujemput kesayanganku yang keujanan sampai basah kuyup di parkiran station yakni watashino jitensha ( onthel kesayanganku) .kukayuh sampai ke apartmen. Ah..nyampai juga dirumah.Terima kasih ya ALLOH telah kembali dengan selamat biarpun capek…..he he ..biarpun begitu,dengan kecapekan itu bisa pulas tidurnya sampai pagi.

Mukhayyam Pendakian Fujiyama Bersama UMIN Japan

DSC01080

Abdurahman bin auf

                       Tahukah anda Siapakan Abdurrahman bin auf .     

       Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan yang mula-mula masuk Islam; termasuk kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga; termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah (sebagai formatur) dalam pemilihan khalifah sesudah Umar bin Khattab r.a.; dan seorang mufti yang dipercayai Rasulullah saw. untuk berfatwa di Madinah selagi beliau masih hidup di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin.

Namanya pada masa jahiliah adalah Abd Amr. Setelah masuk Islam Rasulullah saw. memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Itulah dia Abdurrahman bin Auf r.a.

Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah saw. masuk ke rumah Al-Arqam, yaitu dua hari sesudah Abu Bakar ash-Shidiq masuk Islam. Sama halnya dengan kelompok kaum muslimin yang pertama-tama masuk Islam, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy, tetapi dia sabar dan tetap sabar. Pendiriannya teguh dan senantiasa teguh. Dia menghindari dari kekejaman kaum Quraisy, tetapi selalu setia dan patuh membenarkan risalah Muhammad. Kemudian dia turut pindah (hijrah) ke Habasyah bersama-sama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan kaum Quraisy yang senantiasa menerornya.

Tatkala Rasulullah saw. dan para sahabat beliau diijinkan Allah hijrah ke Madinah. Abdurrahman menjadi pelopor bagi orang-orang yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya. Dalam perantauan, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang muhajirin dan orang-orang Anshar. Maka Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ al-Anshari r.a.

Pada suatu hari Sa’ad berkata kepada saudaranya, Abdurrahman, “Wahai saudaraku Abdurrahman! Aku termasuk orang kaya di antara penduduk Madinah. Hartaku banyak. Saya mempunyai dua bidang kebun yang luas, dan dua orang pembantu. Pilihlah olehmu salah satu di antara kedua kebun itu, kuberikan kepadamu mana yang kamu sukai. Begitu pula salah seorang di antara kedua pembantuku, akan kuserahkan mana yang kamu senangi, kemudian aku nikahkan engkau dengan dia.”

Jawab Abdurrahman bin Auf, “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Saudara, kepada keluarga Saudara, dan kepada harta Saudara. Saya hanya akan minta tolong kepada Saudara menunjukkan di mana letaknya pasar Madinah ini.”

Sa’ad menunjukkan pasar tempat berjual beli kepada Abdurrahman. Maka, mulailah Abdurrahman berniaga di sana, berjual beli, melaba dan merugi. Belum berapa lama dia berdagang, terkumpullah uangnya sekadar cukup untuk mahar menikah. Dia datang kepada Rasulullah memakai harum-haruman. Beliau menyambut kedatangan Abdurrahman seraya berkata, “Wah, alangkah wanginya kamu, hai Abdurrahman.”

Kata Abdurrahman, “Saya hendak menikah ya Rasulullah.”

Tanya Rasulullah, “Apa mahar yang kamu berikan kepada istrimu?”
Jawab Abdurrahman, “Emas seberat biji kurma.”

Kata Rasulullah, “Adakan kenduri, walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu.”

Kata Abdurrahman, “Sejak itu dunia datang menghadap kepadaku (hidupku makmur dan bahagia). Hingga seandainya aku angkat sebuah batu, maka dibawahnya kudapati emas dan perak.”

Dalam Perang Badar, Abdurrahman turut berjihad fi sabilillah, dan dia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, antara lain Umair bin Utsman bin Ka’ab bin Auf at-Taimy. Dalam Perang Uhud, dia tetap teguh bertahan di samping Rasulullah, ketika tentara muslimin banyak yang meninggalkan medan laga. Ketika selesai perang dan kaum muslimin keluar sebagai pemenang, Abdurrahman mendapatkan hadiah sembilan luka parah menganga di tubuhnya dan dua puluh luka kecil. Walau luka kecil, namun di antaranya ada yang sedalam anak jari. Sekalipun begitu, perjuangan dan pengorbanan Abdurrahman di medan tempur jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan perjuangan dan pengorbanannya dengan harta benda.

Pada suatu hari Rasulullah saw. berpidato membangkitkan semangat jihad dan pengorbanan kaum muslimin. Beliau berdiri ditengah-tengah para sahabat. Kata beliau, antara lain, “Bersedekahlah tuan-tuan! Saya hendak mengirim satu pasukan ke medan perang.”

Mendengar ucapan Rasulullah saw. tersebut, Abdurrahman bergegas pulang ke rumahnya dan cepat pula kembali ke hadapan Rasululalh di tengah-tengah kaum muslimin. Katanya, “Ya Rasulallah! saya mempunyai uang emapt ribu. Dua ribu saya pinjamkan kepada Allah dan dua ribu saya tinggalkan untuk keluarga saya.” Lalu uang yang dibawa dari rumah itu diserahkan kepada Rasulullah dua ribu.

Sabda Rasulullah, “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu terhadap harta yang kamu berikan dan semoga Allah memberkati pula harta yang kamu tinggalkan untuk keluargamu.”

Ketika Rasulullah bersiap untuk menghadapi Perang Tabuk, beliau membutuhkan jumlah dana dan tentara yang tidak sedikit, karena jumlah tentara musuh, yaitu tentara Rum cukup banyak. Di samping itu, Madinah tengah mengalami musim panas. Perjalanan ke Tabuk sangat jauh dan sulit. Dana yang tersedia hanya sedikit. Begitu pula hewan kendaraan tidak mencukupi. Banyak di antara kaum muslimin yang kecewa dan sedih karena ditolak Rasulullah saw. menjadi tentara yang akan turut berperang, sebab kendaraan untuk mereka tidak mencukupi. Mereka yang ditolak itu kembali pulang dengan air mata bercucuran kesedihan, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk disumbangkannya. Mereka yang tidak terima itu terkenal dengan nama Al-Bakkaain (orang yang menangis) dan pasukan yang berangkat terkenal dengan sebutan Jaisyul ‘Usrah (pasukan susah).

Karena itu, Rasulullah memerintah kaum muslimin mengorbankan harta benda mereka untuk jihad fie sabilillah. Dengan patuh dan setia kaum muslimin memperkenankan seruan Nabi yang mulia. Abdurrahman turut memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Maka kata Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah saw., “Agaknya Abdurrahman berdosa, tidak meninggalkan uang sedikit juga untuk istrinya.”

Rasulullah saw. bertanya kepada Abdurrahman, “Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk istrimu?”

Abdurrahman menjawab, “Ada! mereka saya tinggali lebih banyak daripada yang saya sumbangkan.”

Tanya Rasulullah saw., “Berapa?”

Jawab Abdurrahman, “Sebanyak rezeki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.”

Pasukan tentara muslimin berangkat ke Tabuk. Allah memuliakan Abdurrahman dengan kemuliaan yang belum pernah diperolah kaum muslimin seorang jua pun, yaitu ketika waktu salat sudah masuk, Rasulullah terlambat hadir. Maka, Abdurrahman menjadi imam salat berjamaah bagi kaum muslimin ketika itu. Setelah hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba, lalu beliau salat di belakang Abdurrahman dan mengikutinya sebagai makmum. Apakah lagi yang lebih mulia dan utama daripada menjadi imam bagi pemimpin umat dan pemimpin para nabi, yaitu Muhammad Rasulullah saw.

Setelah Rasululalh saw. wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan ummahatul mukminin (istri para Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu yang mulia itu bila bepergian. Apabila para ibu tersebut pergi haji, Abdurrahman turut pula bersama-sama mereka. Dia yang menaikkan dan menurunkan para ibu itu ke atas haudaj (sekedup) khusus mereka. Itulah salah satu bidang khusus yang ditangani Abdurrahman. Dia pantas bangga dan bahagia dengan tugas dan kepercayaan yang dilimpahkan para ibu orang-orang mukmin kepadanya.

Salah satu bukti yang dibaktikan Abdurrahman kepada ibu-ibu yang mulia, ia pernah membeli sebidang tanah seharga empat ribu dinar. Lalu tanah itu dibagi-bagikannya seluruhnya kepada fakir miskin Bani Zuhrah dan kepada para ibu-ibu orang mukmin, istri Rasulullah. Ketika jatah ibu Aisyah r.a. disampaikan orang kepadanya, ibu yang mulia itu bertanya, “Siapa yang menghadiahkan tanah itu buat saya?”

Orang itu menjawab, “Abdurrahman bin Auf.”

Kata ibu Aisyah r.a., Rasulullah saw. pernah bersabda, “Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku, kecuali orang-orang yang sabar.”

Begitulah doa Rasulullah saw. bagi Abdurrahman. Semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya sepanjang hidupnya, sehingga Abdurrahman menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Perniagaannya selalu meningkat dan berkembang. Kafilah dagangnya terus-menerus hilir mudik dari dan ke Madinah mengangkut gandum, tepung, minyak, pakaian, barang-barang pecah-belah, wangi-wangian dan segala kebutuhan penduduk.

Pada suatu hari iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman terdiri dari tujuh ratus unta bermuatan penuh tiba di Madinah. Ya! tujuh ratus ekor unta bermuatan penuh, tidak salah. Semuanya membawa pangan, sandang, dan barang-barang lain kebutuhan penduduk. Ketika mereka masuk kota, bumi seolah-olah bergetar. Terdengar suara gemuruh dan hiruk pikuk. Sehingga Aisyah bertanya, “Suara apa hiruk pikuk itu?”

Dijawab orang, “Kafilah Abdurrahman dengan iring-iringan tujuh ratus ekor unta bermuatan penuh membawa pangan, sandang serta lainnya.

Kata Asiyah r.a. “Semoga Allah melimpahkan berkat-Nya bagi Abdurrahman dengan baktinya di dunia, serta pahala yang besar di akhirat. Saya mendengar Rasululalh saw. bersabda, “Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak (karena surga sudah dekat sekali kepadanya).”

Sebelum menghentikan iring-iringan unta, seorang pembawa berita mengatakan kepada Abdurrahman bin Auf berita gembira yang disampiakan Aisyah, bahwa Abdurrahman bin Auf masuk surga. Serentak mendengar berita itu, bagaikan terbang ia menemuai ibu Aisyah. Katanya, “Wahai Ibu, apakah Ibu mendengar sendiri ucapan itu diucapkan Rasulullah?”

Jawab Aisyah, “Ya, saya mendengar sendiri.”

Abdurrahman melonjak kegirangan. Katanya, “Seandainya aku sanggup, aku akan memasukinya sambil berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya, kuserahkan untuk jihad fisabilillah.

Sejak berita yang membahagiakan itu, Abdurrahman pasti masuk surga, maka semangatnya semakin memuncak mengorbankan kekayaannya di jalan Allah. Hartanya dinafkahkannya dengan kedua belah tangan, baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, sehingga mencapai 40.000 dirham perak. Kemudian menyusul pula 40.000 dinar emas. Sesudah itu dia bersedekah lagi 200 uqiyah emas. Lalu diserahkannya pula 500 ekor kuda kepada para pejuang. Sesudah itu 1500 ekor unta untuk pejuang-pejuang lainnya dan tatkala dia hampir meninggal dunia, dimerdekakannya sejumlah besar budak-budak yang dimilikinya. Kemudian diwasiatkannya supaya memberikan 400 dinar emas kepada masing-masing bekas pejuang Perang Badar. Mereka berjumlah seratus orang, dan semua mengambil bagiannya masing-masing. Dia berwasiat pula supaya memberikan hartanya yang paling mulia untuk para ibu-ibu orang mukmin, sehingga ibu Aisyah sering mendoakannya, “Semoga Allah memberikannya minum dengan minuman dari telaga salsabil.”

Di samping itu, dia meningggalkan warisan pula untuk ahli warisnya sejumlah harta yang hampir tidak terhitung banyaknya. Dia meninggalkan kira-kira 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3000 ekor kambing, dia beristri empat orang. Masing-masing mendapatkan pembagian khusus 80.000, di samping itu masih ada peninggalannya berupa emas dan perak, yang kalau dia bagi-bagikan kepada ahli warinsnya dengan mengampak, maka potongan-potongannya cukup menjadikan seorang ahli warisnya manjadi kaya raya.

Begitulah karunia Allah SWT kepada Abdurrahman berkat doa Rasulullah kepadanya semoga Allah memberkatinya dan hartanya.

Walaupun begitu kaya rayanya, harta kekayaan itu seluruhnya tidak mempengaruhi jiwanya yang penuh iman dan takwa. Apabila ia berada di tengah-tengah budaknya, orang tidak dapat membedakan di antara mereka, mana yang majikan dan mana yang budak.

Pada suatu hari dihidangkan orang kepadanya makanan, padahal dia puasa. Dia menengok makanan itu seraya berkata, “Mushab bin Umair tewas di medan juang. Dia lebih baik daripada saya, waktu dikafani, jika kepalanya ditutup, maka terbuka kainnya. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sesungguhnya saya sangat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah memberikannya kepada kita (di dunia ini).”

Sesudah berkata begitu, dia mengangis tersedu-sesudu, sehingga nafsu makannya jadi hilang.

Berkatalah Abdurrahman bin Auf dengan ribuan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Rasulullah saw. yang ucapannya selalu terbukti benar telah memberinya kabar gembira dengan surga jannatun na’im.

Telah turut menghantarkan jenazahnya ke tempatnya terakhir di dunia, antara lain sahabat yang mulia Sa’ad bin Abi Waqqash. Pada salat jenazahnya turut pula, antara lain, Dzun Nurain, Utsman bin Affan. Kata sambutan saat pemakaman, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.

Dalam sambutannya antara lain Ali berkata, “Anda telah mendapatkan kasih sayang, dan Anda berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati Anda. Amin!” 

Jazakalloh kepada ustad asep  saepuddin yang sudi mengijinkan tulisannya untuk ane forward kesini.Semoga Alloh  menjadikan ini sebagai ilmu yang bermanfaat yang tiada terputus pahalanya.    …. Aminn …..

Sedikit tentang biografi abdurrahman bin auf

Abdurrahman bin Auf (bahasa Arab: عبد الرحمن بن عوف) (meninggal 652) adalah salah seorang dari sahabatNabi Muhammad SAW yang terkenal. Ia adalah salah seorang dari delapan orang pertama (As-Sabiqunal Aw-Walun) yang menerima agama Islam, yaitu dua hari setelah Abu Bakar.

Abdurrahman bin Auf berasal dari Bani Zuhrah. Salah seorang sahabat Nabi lainnya, yaitu Sa’ad bin Abi Waqqas, adalah saudara sepupunya. Abdurrahman juga adalah suami dari saudara seibu Utsman bin Affan, yaitu anak perempuan dari Urwa bint Kariz (ibu Utsman) dengan suami keduanya.

Kaum muslimin pada umumnya menganggap bahwa Abdurrahman adalah salah seorang dari Sepuluh Orang yang Dijamin Masuk Surga.

 

Lilin-lilin kecil

330498300_5091560aa2_o[1]                                                                                                                                    Assalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Saudaraku…

Pernahkan kita mendengar bait lagu ini..”Dan kau lilin lilin kecil, sanggupkah kau berpijar, sanggupkah kau memberi seberkas cahaya,…”

bait itu adalah syair lagi lilin lilin kecil, yang dinyanyikan oleh salah seorang artis yang sangat terkenal di Indonesia, ayo siapa coba…?

 

Saudaraku..

Kalau kita mau sedikit mengambil pelajaran dari lilin lilin kecil, kiranya illustrasi berikut ini dapat membantu kita memahami betapa lilin kecil itu akan sangat diperlukan untuk keluar dari sebuah kegelapan. 

 

Coba saudara bayangkan,…

Saat itu saudara sedang berdiri di tengah-tengah sebuah ruangan aula yang seluasnya kira 100 meter x 70 meter, didalam aula tersebut tercecer meja, kursi dan benda2 lainnya yang tertata semrawut and acak-acakan….
Pada saat malam itu tiba-tiba lampu mati, gelap total dan saudara yang berada di tengah-tengah ruangan tersebut ingin berusaha keluar ruangan dengan selamat, tanpa harus berbenturan dengan kursi, meja atau benda lain yang akan membuat anda celaka. Kemudian seorang teman datang menolong saudara dengan tulus memberi saudara seribu lilin bercahaya di kedua tangan saudara, tapi pada saat yang sama, saudara saat itu justru enggan untuk membuka mata. saudara malah menutup mata rapat-rapat.

Kira-kira saja deh, bisakah saudara memanfaatkan seribu cahaya lilin yang diberikan teman saudara tadi untuk bisa berjalan keluar dari aula tersebut, Mampukah saudara keluar ruangan tadi TANPA SEDIKIT PUN MENABRAK MEJA, KURSI dan BENDA2 LAIN yang posisinya sudah acak-acakan?…. Bisakah?

Tapi bandingkan dengan yang satu ini….Ketika Saudara waktu itu “cuma” diberi teman saudara satu buah lilin yang bercahaya, namun disaat yang sama saudara MAU dan IKHLAS MEMBUKA MATA SAUDARA SELEBAR-LEBARNYA untuk berjalan keluar dari ruangan tersebut, sekarang saudara kira-kira juga, akankah saudara selamat tanpa menabrak satupun meja, kursi dan benda2 lainnya?

Saya yakin deh, saudara gak bakalan menabrak benda2 yang ada disitu, KECUALI JIKA SAUDARA SENIDIRI YANG MENABRAKKAN TUBUH SAUDARA.Iya kan?!!

Padahal ini baru “cuma” dengan SATU CAHAYA LILIN saja, bagaimana jika JIKA DUA, TIGA, LIMA, SEPULUH, LIMARATUS BAHKAN SERIBU LILIN YANG BERCAHAYA yang Saudara pakai dengan mata terbuka untuk berjalan, WOW !!!!

Subhaanallah, insya ALLAH Saudara akan selamat dengan sebenar-benarnya selamat jika keluar dari ruangan tadi sehingga tanpa tersandung sedikitpun meja, kursi atau benda2 yang ada di ruangan itu.

Tahukah saudara lilin kecil bercahaya diatas itu apa?
Tahukah teman yang memberikan Saudara lilin kecil bercahaya tadi siapa?

Lilin kecil yang bercahaya itu namanya ILMU, dan teman yang memberikan ILMU tersebut namanya AGAMA ISLAM. Subhaanallah…

 

Saudaraku..

Hari esok adalah misteri, ibarat ruang yang gelap, kita tidak tahu apa yang akan kita alami di hari esok , bahkan jangan kan hari esok 1 jam kedepan saja kita tak mengerti apa yang akan menimpa kita, mungkin kita bisa mengatakan semuanya kan bisa di planningkan, tetapi bukan kah begitu banyak planning yang menyimpang dari perencaan..?

 

Saudaraku , hanya ALLAH SWT maha mengetathui apa yang akan terjadi, tetapi yang jelas ALLAH sudah memberi kita cara mengatasi misteri itu, cara mengatasi kegelapan itu,.Yah..dengan ilmu, dengan ilmu kita akan bisa meraihnya, dengan ilmu kita akan berhasil, dan dengan ilmu kita akan sukses. Bukankah seorang ulama pernah mengatakan ” Jika engkau menghendaki dunia raihlah dengan Ilmu, jika engkau menghendaki akhirat raihlah dengan ilmu dan jika engkau menghendaki keduanya railah dengan Ilmu.”..

 

Saudaraku…

Disekitar kita ini sebenarnya banyak ilmu, bahkan begitu dekat dengan kita, didalam diri kita pun tersimpan begitu banyak ilmu, hanya masalah maukah kita mengambil ilmu tersebut, atau kah kita sudah merasa banyak ilmu sehingga disaat ada yang memberi ilmu dengan tulus iklas, tetapi kita malah menutup mata..

Di dalam Al Quran ada petikan ayat, “ Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Al Mujadalah ayat 11.

 

Saya mengajak diri ini dan saudaraku karena ALLAH, Mari kita hiasi hidup kita dengan selalu memperkaya diri kita dengan ilmu, kemudian ilmu tersebut kita amalkan, dan saat mengamalkan ilmu tersebut kita iklashkan karena ALLAH semata. Insya ALLAH kita akan meraik sukses dunia dan akhirat bersama-sama.,…Yah Insya ALLAH.. kita saling mendoakan, saling berbagi kasih sayang, menebarkan cinta kasih yang tulus, menjadi kholifah termulya di bumi ALLAH ini..Insya ALLAH ..Aamiiiin…

 

Selamat berkarya dan berbuat yang terbaik dalan kehidupan ini.

Wassalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Asep Saepudin, Nagoya Japan

Al quran no yomikata o kodomo tachi ni oshieru

Arisa, ane dan Adiknya ( japan pakistan )Bismillahirrohmanirrohim….

   Alhamdulillah pada kesempatan ini bisa nambah uneg uneg sedikit di tulisan ini.Sudah 4kali ini lhamdulillah diizinkan Alloh untuk ngajar baca al quran untuk anak2 keturunan di masjid honjin nagoya.Kebetulan tiap seminggu sekali hari sabtu jam 3 sampai jam 5.30 sore.ternyata nggak beda sama anak2 di indonesia…..nakal nakal…disuruh ngaji malah mainan .ada yang kejar kejaran..waduh harus sabar deh… tapi gini klo misal  udah nggak tahan ku bilang aja  …. mama ni itte iku yo…( aku bilang ke mama kamu lho )baru dianya takut….klo dimarahi mamanya.he he he he …ternyata….

  Yang lebih harus sabar lagi  anak2 laki2 nya .udah nggak mempan klo nggak diajak maen dulu baru dikit2 di arahkan omongan ke ngajinya baru mau.Masya Alloh inilah ladang amal..kata dalam hatiku.Subhanalloh…gambarimasu yo….

Menulis Dengan Pena Alloh

 Assalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

        Saudaraku…

Maha suci ALLAH, yang telah menitipkan nafas di hari ini, Alhamdulillah kita bisa beraktivitas untuk menggapai cita dan harapan, maraih kemenangan sejati dengan hidup mulya di jalanNYA dan insya ALLAH meninggal dunia dengan husnul khotimah..Aamiin..

Saudaraku..

Ketika saya mulai belajar menulis, maka yang terbesit dalam pikiran ini adalah bagaimana saya bisa membawa diri ini dan saudaraku untuk mengenal pemilik jiwanya hingga mampu mengobati kerinduan kepada ALLAH, namun karena masih belajar maka masih banyak kekeliruan dalam menarikan jari jemari ini dan kekurangan dalam isi yang disampaikannya…

Harus saya akui bahwa tulisan ini terkadang riya [astaghafirullah ], terkadang narsis [nauzubillahimindzalik] dan tulisan ini juga terkadang penuh dengan canda yang gak penting , tetapi satu hal yang saya coba hindari ketika menulis adalah membawa diri dan pembaca ke jalan yang sesat. Saya berlindung agar hal itu jangan sampai terjadi. Insya ALLAH

Kembali, bahwa menulis untuk mencapai ridho ALLAH akan dapat mendekatkan diri kita kepada ALLAH sang pemilik segala galanya, dan insya ALLAH akan membuat ALLAH mencintai kita, tak ada cinta yang lebih indah dari cintanya ALLAH bukan? dan betapa penuh kasihnya ALLAH ketika satu tulisan kita mampu menolong seorang hamba, maka pertolongan ALLAH akan datang untuk kita [subhanallah.. maha suci ALLAH SWT ]

Menulislah untuk membuat pembaca mengingat ALLAH, menulislah untuk membuat pembaca mencintai ALLAH melebihi cinta kepada semua yang masih bernaung dibawah matahariNYA, menulislah karena ALLAH… berbagi informasi, mensyiarkan ilmu, menebar kasih sayang dengan tulisan.

Menulislah seperti Syaikh Ibnul Qoyyum Al Jauziyah menulis. Menulis untuk mengangungkan ALLAH, menulislah seperti Imam Syafi`i dan lihatlah lelaki yang satu ini sepanjang hari ia berdakwah. Dari sejarah mencatatnya bahwa pada saat umurnya belum genap 20 tahun tapi bila malam tiba, malampun ia bagi menjadi tiga. Sepertiga untuk ibadah, sepertiga untuk MENULIS, dan sepertiga lagi untuk istirahat. Itulah dia Imam Syafi’I muda.

Maaf,..ketika kita menulis tentang p*rn*graphi, pernahkah kita berpikir berapa pasang mata yang kita sesatkan, pernahkah kita berpikir berapa jiwa yang terbuai oleh angan angan penuh maksiat ketika kita membaca cerita tentang keringat yang mengucur deras, ah tak sanggup saya ketika mengingat dosa yang harus saya pikul jika itu saya lalukan. ya ALLAH lindungi diri ini dari semua yang akan menyesatkanku dan saudara-saudaraku…

Lihatlah Buya Hamka yang tulisannya sangat romantis, ketika menatap bulan beliau menulis, ketika jatuh cinta beliau menulis, ketika cemburu beliau menulis, ketika patah hati beliau menulis, ketika menangis beliau menulis dan ketika mengingat ALLAH tulisannya akan berubah menjadi embun, ketika semangatnya berkobar maka tulisannya akan menjadi matahari, dan ketika hujan maka tulisannya akan menyejukan bumi.

Dan buatlah tulisan kita bak pena yang membuai diri dan pembaca untuk bercermin akan kesalahan diri dan buatlah tulisan kita bak ayunan yang membuai diri dan pembaca untuk mencintai ALLAH … yang pasti saya belum mampu membuai pembaca.

Yok, kita liat lagi tulisan tulisan kita, sudah adakah ilmu yang terbagi? sudah tidak menyesatkan pembaca kita kah tulisan kita? baca lagi dan baca lagi, tanya dan tanya lagi ke hati nurani kita, jika tulisan kita ini salah , tanya jiwa kita sanggupkan kta menanggung dosa karena mata yang kita suguhi kemaksiatan, sanggupkan kita menanggung dosa karena sekian ratus jiwa yang membaca akan bermaksiat setelahnya [nauzubillahimindzalik]

Menulislah dalam pena ALLAH … mempesona dan indah, berilmu dan tak menyesatkan [insya ALLAH]

Tiga orang yang selalu mendapatkan pertolongan ALLAH tiada henti-hentinya adalah mujahid yang membela agama ALLAH, PENULIS yang mencerahkan, dan pemuda yang menyegerakan menikah untuk menjaga kehormatan diri. (HR Ahmad)

Allahumma inni as aluka hubbaka wa hubba mayyuhibbuka wal’amalalladzii yuballighunii hubbaka, [wahai ALLAH saya mohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu, mencintai siapa saja yang mencintai-Mu, serta perbuatan yang mengantarkan saya untuk mencintaiMu. (HR At Tarmidzi)

Wassalamu`alikum..Warohmatullohi, Wabarokatuh

Asep Saepudin, Nagoya, Japan..